Oleh: UPT Puskesmas Rajabasa | April 11, 2010

SOSIALISASI JAMKESDA DI PULAU SEBESI, 22 Maret 2010

Wilayah Tejang Pulau Sebesi adalah desa kepulauan yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Rajabasa. Desa ini terdiri dari 3 dusun yang cukup berjauhan dimana untuk mencapai desa ini kita harus naik kapal motor dari pelabuhan canti selama ± 2 jam perjalanan untuk kondisi ombak normal. Sarana kesehatan yang tersedia di daaerah ini adalah sebuah gedung puskesmas pembantu dengan satu orang perawat bidan PNS dan satu orang perawat Tenaga Kesehatan Sukarela. Daerah ini termasuk salah satu daerah kepulauan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

UPT Puskesmas Rajabasa melakukan sosialisasi Program Jamkesda (jaminan Kesehatan daerah) bersama antara petugas kesehatan dari puskesmas induk Rajabasa dan petugas kesehatan yang berada di wilayah ini. Kepala desa dan aparat menumpulkan warga untuk mendapatkan pengetahuan tentang program jamkesda ini. Program ini diperuntukkan semua warga yang tidak termasuk dalam askeskin, askes PNS dan jaminan kesehatan lainnya tidak memandang kaya atau miskin yang digulirkan  Pemda Kabupaten Lampung Selatan untuk warganya mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

Sosialisasi Program ini juga telah dilakukan dalam rapat kordinasi di kecamatan Rajabasa dimana berkumpulnya aparat desa se-Kecamatan Rajabasa dan lintas sektor terkait.

Sosialisasi langsung kepada masyarakat dianggap perlu untuk menambah pengetahuan warga secara langsung tentang Jamkesda dan dapat dilakukan tanya jawab untuk bebrapa hal yang merupakan syarat dan ketentuan dari program ini. Syarat dan ketentuan program ini sangat mudah yaitu dengan menunjukkan KTP atau KK (kartu keluarga) wilayah Lampung Selatan ke pelayan kesehatan milik Pemda Kabupaten Lampung Selatan, maka akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis sesuai kemampuan saran pelayanan kesehatan tersebut dengan proses rujukan berjenjang bila keluhan kesehatan masyarakat tidak dapat di atasi di sarana kesehatan tingkat dasar.

Program ini dapat meningkatkan cakupan pengobatan dan kunjungan puskesmas yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kepulauan yang cukup jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan termasuk daerah kepulauan sebesi.

Oleh: Ns.Rosalina,S.Kep, dr. Sri Wulandari,Rauf Zahman,SKM, Budi Rianto, Khilmiah, Siti Jamilatun

Oleh: UPT Puskesmas Rajabasa | April 11, 2010

AYAM MATI MENDADAK DI KERINJING, CUGUNG, HARGO PANCURAN

Warga masyarakat Kerinjing, Cugung, dan Hargo pancuran melaporkan ayam mati mendadak di desa mereka. Ketakutan akan wabah flu burung membuat masyaarakat cemas dengan insiden ini. UPT Puskesmas Rajabasa menurunkan Tim Promosi kesehatan dan Surveylance untuk turun kelapangan melakukan penyelidikan dan penyuluhan kepada warga masyarakat tentang Flu Burung.

Penyuluhan berisi tentang tanda-tanda ayam yang terjangkit flu burung dan proses penularan dari unggas tersebut ke manusia. Penanganan unggas yang mati juga diberikan untuk mencegah warga terjangkit flu burung, dengan tidak lupa menyisakan satu ekor ayam untuk diperiksa petugas dari dinas peternakan untuk memastikan unggas tersebut positif atau negatif terjangkit flu burung. Pengolahan bahan makanan dari unggas baik itu unggasnya langsung atau telur diberikan kepada warga agar mudah dimengerti.

Petugas kesehatan melakukan penyelidikan untuk warga yang kontak dengan unggas mati tersebut dengan melihat munculnya gejala flu burung yang mengenai manusia untuk melakukan tindakan selanjutnya. Sampai dengan saat tulisan ini dibuat tidak ditemukan warga dengan gejala flu burung di ketiga desa tersebut.

Himbauan pada masyarakat adalah penekanan tentang Prilaku Hidup Bersih dan Sehat dan Kesehatan Lingkungan yang dapat dilakukan mandiri oleh warga masyarakat di rumah. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir juga kembali diingatkan untuk memutuskan rantai penularan. Penyuluhan yang diberikan juga diharapkan dapat menambah pengetahuan warga tentang flu burung dan masyarakat dapat menidentifikasi gejala flu burung yang terjadi pada manusia dan membedakannya dengan flu biasa seperti influenza.

Oleh : Ns.Rosalina,S.Kep, Safei, Rauf  Zahman,SKM, Siti Jamilatun, Peri Gunawan

Oleh: UPT Puskesmas Rajabasa | April 11, 2010

CIKUNGUNYA DI RAJABASA

Cikungunya merambah ke semua desa wilayah kerja UPT Puskesmas Rajabasa. Masyarakat membuang semua bunga eforbia miliknya karena mendengar bahwa bunga itu penyebab cikungunya. Mendadak demam, sakit pada semua persendian dan lemah tidak dapat turun dari tempat tidur bahkan ada yang digotong pulang dari kebun coklatnya di sekitar Gunung Rajabasa.

UPT Puskesmas Rajabasa melalui program promosi kesehatan bekerjasama dengan bidan di desa dan program pengobatan dan lintas sektor (kecamatan dan aparat desa terkait) melakukan aksi turun ke lapangan untuk menindaklanjuti masalah demam cikungunya. Aparat desa mengumpulkan warga untuk mendengarkan penyuluhan tentang cikungunya agar mendapatkan informasi secara benar dan dapat mengatasi keluhan kesehatannya secara benar pula.

Penyuluhan kesehatan berisi tentang Cikungunya, pengertian, gejala penyakit sampai dengan modifikasi lingkungan untuk mencegah cikungunya. PHBS dan Kesling menjadi pilihan utama penanganan cikungunya di Rajabasa, selain melakukan pencegahan dengan menggunakan pakaian yang panjang dan obat anti nyamuk terutama bila bekerja di luar rumah seperti ke kebun/ladang. Pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk warga masyarakat yang mengalami gejala cikungunya dilaksanakan bersamaan dengan penyuluhan.

Wilayah kepulauan tidak luput dari perhatian UPT Puskesmas Rajabasa. Informasi dari tenaga kesehatan di Pulau Sebesi dan Kepala Desa menyatakan cikungunya telah juga sampai ke daerah pulau ini. Petugas kesehatan dari Puskesmas induk diturunkan membantu tenaga kesehatan wilayah kepulauan untuk memberikan penyuluhan, pemeriksaaan kesehatan dan pengobatan untuk warga dengan gejala cikungunya secara gratis.

Harapan UPT Puskesmas Rajabasa dengan kegiatan terpadu adalah dapat mengatasi wabah cikungunya di wilayah Rajabasa dan bila warga terkena cikungunya dapat mengidentifikasi penyakit ini pada diri sendiri dan keluarganya sehingga dapat mencari pertolongan secara mandiri ke tempat yang tepat dan cepat.

Penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis telah dilaksanakan di desa Pulau Sebesi, Kerinjing, Cugung, Hargo Pancuran, Canggung, Banding, Way Muli, Betung

Oleh : Ns.Rosalina,S.Kep, Safei, Rauf Zahman, SKM, Maria H, Peri Gunawan, Siti Jamilatun, Evizar, Mita M, Anita Noviana, Rulia, Jumroh, Sugiyanti, Subagio,

Oleh: UPT Puskesmas Rajabasa | April 11, 2010

PROGRAM PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

UPT PUSKESMAS RAJABASA TAHUN 2010

Masyarakat Rajabasa mandiri dalam hidup sehat merupakan visi Upt Puskesmas Rajabasa Tahun 2025 dengan misi Membuat Rakyat Rajabasa Sehat, dimana hal tersebut selaras dengan Visi dan Misi Depkes RI. Mewujudkan visi dan misi tersebut bukanlah hal yang mudah sehingga UPT Puskesmas Rajabasa melaksanakan berbagai program di puskesmas baik itu program wajib yang ada dalam basic six puskesmas, program penunjang, dan juga program pengembangan (inovasi).

Program perawatan kesehatan masyarakat adalah salah satu program pengembangan yang dipilih Upt Puskesmas Rajabasa dalam rangka mewujudkan masyarakat mandiri dalam hidup sehat. Program ini dimotori oleh perawat yang ada di wilayah kerja Upt Puskesmas Rajabasa dan bekerjasama dengan seluruh lintas program dan lintas sektor terkait. Perawatan kesehatan masyarakat mencakup keperawatan individu, keluarga, kelompok dan juga masyarakat.

Pengertian dari Perawatan kesehatan Masyarakat adalah perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat, mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara terpadu dan menyeluruh ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya.

Program ini mendidik masyarakat untuk tahu keluhan kesehatannya, mau dan mampu melakukan perawatan mandiri, mampu melakukan modifikasi lingkungan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan dalam mengatasi keluhan kesehatannnya. Awalnya perawat mendampingi individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat sebagai fasilitator yang kemudian secara bertahap melakukan perubahan peran dimana masyarakat yang melaksanakan secara mandiri kegiatan perawatan kesehatan masyarakat.

Upt Puskesmas Rajabasa memilih pasien dengan TB Paru sebagai langkah awal sasaran dalam program perawatan kesehatan masyarakat dengan melakukan asuhan keperawatan individu di dalam gedung puskesmas dan melakukan kunjungan rumah untuk asuhan keperawatan keluarga yang akan dilanjutkan dengan kunjungan kelompok khusus dan masyarakat. Tahap awal program ini dititik beratkan pada perawatan individu dan keluarga yang telah dimulai sejak bulan februari 2010 dengan menangani semua pasien TB sebanyak 10 KK di 6 desa wilayah kerja Upt Puskesmas Rajabasa.

Tujuan masyarakat mandiri dalam hidup sehat dalam program perawatan kesehatan masyarakat memiliki indikator keluarga mandiri sebagai berikut :

Keluarga mandiri tahap IV diharapkan dicapai pada kunjungan maksimal 4 kali per kk. Usaha yang dilakukan adalah pada kunjungan awal keluarga telah mendapatkan ilmu keperawatan keluarga secara kognitif, pertemuan kedua melakukan demonstrasi dan redemonstrasi keperawatan bersama perawat dan keluarga, pertemuan ketiga melakukan evaluasi kegiatan dan pertemuan terakhir keluarga telah dapat melakukan pendidikan kesehatan secara aktif pada keluarga-keluarga di sekitarnya.

Dalam pelaksanaan asuhan keperawatan individu dan keluarga dilakukan teknik komunikasi therapetik yaitu salam, perkenalan(untuk pertemuan pertama), kontrak waktu dan tempat, menyatakan tujuan, melakukan asuhan keperawatan, melakukan evaluasi, kontrak waktu, tempat, materi yang akan datang, salam. Komunikasi therapetik sangat bermanfaat untuk perawat dapat bekerja secar profesional dan klien (individu dan keluarga) dapat dibantu mengatasi keluhan kesehatannya dengan efektif dan efesien baik dari segi waktu ataupun dana.

Struktur organisasi perkesmas UPT Puskesmas Rajabasa :

Sarana dan Prasarana pelaksanaan perkesmas di UPT Puskesmas Rajabasa :

  1. ATK
  2. Kendaraan Roda dua
  3. PHN Kit
  4. Alat bantu penyuluhan (leaflet dan lembar balik)
  5. Format Askep
  6. Alat Untuk dokumentasi

Oleh: UPT Puskesmas Rajabasa | Maret 5, 2010

Kata Sambutan

Terimakasih telah berkunjung ke Web Blog Puskesmas Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan , ini merupakan langkah awal bagi kami untuk memberikan informasi secara aktual tentang kesehatan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat Kecamatan Rajabasa, menuju Masyarakat Rajabasa Mandiri dalam Hidup Sehat Sehingga Terwujud Masyarakat Rajabasa Sehat

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.